25.10.2012 16:59 WITA - KULWIT (KUliah Lewat tWITter)
Kulwit tentang Bunga & Dupa, Sarana Yadnya

1.Ada yg resah di Bali. Ada dupa berbahan bunga kamboja (jepun) yang diambil dari kuburan di Sidoarjo. Apakah dupa itu suci? #saranaYadnya

2.Bukankah bunga yg tumbuh di kuburan tak boleh dipakai sembahyang? Dupa dari bunga kering ini jd tak suci dong, kata yg resah. #saranaYadnya

3. Bunga di kuburan memang tak boleh dipakai sarana yadnya. Juga bunga yg kotor, dimakan ulat, tumbuh di teba (halaman kotor tempat hewan piaraan). #saranaYadnya

4.Tp itu kan bunga. Setelah didaur ulang menjadi dupa, kekotorannya sudah dilebur oleh proses daur ulang. Dupa suci. #saranaYadnya

5.Apapun benda yg sudah diproses sehingga wujud aslinya tak nampak, kesuciannya tak lagi diukur dari benda awal itu. #saranaYadnya

6.Selain daur ulang, proses peleburan kekotoran (secara niskala) juga terjadi akibat pembayaran atau transaksi jual beli. #saranaYadnya

7. Beli bunga dipasar, begitu dibayar, bunga suci. Tak perlu diusut apakah itu tumbuh di kuburan, dibersihkan dari ulat, dsb. #saranaYadnya

8.Semua sarana yadnya hasil membeli: suci. Tak dipersoalkan apakah hasil curian, pernah dilangkahi wanita datang bulan, dsbnya. #saranaYadnya

9.Jadi jgn resah dengan isu dupa tertentu yang dianggap  tak suci karena bahan bakunya diambil dari bunga jepun dikuburan Jawa. #saranaYadnya

10.Lagi pula setiap ritual, pemangku/pendeta pasti memercikkan tirta pengelukatan untuk semua sarana sebelum mulai memuja. #saranaYadnya

11.Mari petik bunga jepun dihalaman/dijalan, jemur sampai kering, 1 kg dibeli Rp 115 ribu. Mari tanam bunga, suksma. #saranaYadnya

 
Maintained by rumahmedia