13.11.2012 14:36 WITA - KULWIT (KUliah Lewat tWITter)
Kul-Wit Soal Memukur Masal di Jembrana

0.Radar Bali menyebut Gub Bali Mangku Pastika dan wakilnya Puspayoga pecah gara2 upacara masal memukur di Jembrana. Waduh http://yfrog.com/oery8saj

1.Kalau benar gara2 upacara memukur massal bikin Gub perang lawan Wagub, disayangkan. Urusan agama dibawa ke politik, beginilah jadinya. #yadnyamasal

2. Memukur itu adalah rangkaian pitra yadnya, secara agama istilahnya atmawedana, cuma tingkatan beda. #yadnyamasal

3.Ritual masal seperti ini bagus2 saja, biaya jadi irit, pekerjaan gotongroyong, kerukunan tercipta. Tp jangan mengandalkan cari sponsor. #yadnyamasal

4.Sponsor membuat upacara itu jatuh ke tingkat nista, karena melaksanakan yadnya Atmawedana  ini berarti keluarga tak bisa melunasi utang pada leluhur. #yadnyamasal

5.Tapi kalau ada yg membantu (dana punia) boleh diterima, asalkan itu dgn tulus. Punia beda dengan sponsor, punia hanya sebagai pelengkap. #yadnyamasal

6.Kasus di Jembrana ini, Wagub menjanjikan biaya sampai Rp 1,5 M dari dana APBD. Ini melanggar agama dan jangan mengajari rakyat begini, tak baik untuik ke depan dan lagi tak adil buat banyak orang. #yadnyamasal

7.Karena ritual masal hrs tahun ini dan sudah disiapkan, dana APBD blm dianggarkan, Gub Pastika dipaksa meneken proporsal yang tanggalnya dimajukan, ini janggal. #yadnyamasal

8.Sudah tentu Gub Pastika tak mau tandatangan, dia bisa terjebak kasus hukum, memalsu pengajuan proposal. Ini wajar sekali Gubernur menolak. #yadnyamasal

9.Jadi, memukur masal di Jembrana itu menyalahi 2 hal: agama tak etis dan hukum mau dilanggar. Pastika benar dlm hal ini, jadi bukan perang antar gubernur dan wakil kan? Ini kebijakan. #yadnyamasal

10.Menyadari ini, masyarakat yg ikut memukur massal mau bayar urunan. ITU BAGUS SEKALI. Jangan yadnya diproyekkan, yadnya harus ditanggung sendiri sebagai beban. #yadnyamasal

11.Dgn membiayai sendiri memukur masal, maka terhindar dari istilah "mekidiang sekah ke pisaga" (artinya beban utang pada leluhur diserahkan ke orang lain). Biaya sendiri berarti yadnya utama. #yadnyamasal

12.Biaya tak besar kalau yadnya masal. Ada banten gebogan yg bisa disatukan, banten nyeje hanya pada sekah. Dgn 500 rb perorang cukup untuk memukur masal yang pesertanya lebih dari seratus sekah. #yadnyamasal

13.Tak usah berfoya2 melakukan yadnya. Ini bukan pesta makan2. Dgn 1,5 M korupsinya pasti besar, apalagi tahu kalau dana ini dari pemerintah dan uang rakyat. #yadnyamasal

14.Saya imbau masyarakat tetap laksanakan memukur masal itu dgn biaya urunan. Lupakan janji Wagub 1,5 M itu. #yadnyamasal

15.Memang Bali menjelang Pilkada Mei nanti. Apa2 bisa dijadikan pencitraan, jgn sampai agama dijadikan alat pencitraan dan salah lagi aturannya. #yadnyamasal

16.Biarkan para elit Bali bertarung merebut kekuasaan, jangan jual agama dan ritual dgn murah demi politik. #yadnyamasal

17. Tentang memukur masal di Jembrana ini, memang ini proyek agak ambisius karena per kabupaten. Sebaiknya yadnya masal itu per desa saja atau paling besar per kecamatan. #yadnyamasal

18.Ritual masal di desa bisa melibatkan desa adat secara penuh, dan ini lebih mengajegkan adat Bali. #yadnyamasal

19 Ritual masal di kabupaten memberi kesan peserta punya masalah di desanya sendiri. Apalagi memukur. Jangan2 ada peserta yang kesepekang di desa lalu lari ke kabupaten. #yadnyamasal

20. Demikian komentar saya atas berita berturut2 belakangan ini soal heboh memukur masal di Jembrana. Mari introspeksi diri. #yadnyamasal

21. Kabar terakhir akhirnya Gubernur Mangku Pastika memberi bantuan 50 juta kepada panitia dari uang kantong sendiri. Jangan2 Gubernur harus banyak menyiapkan uang pribadi lagi, bagaimana kalau daerah lain nanti juga minta bantuan? Beginilah kalau memberi contoh tak baik. Mestinya, ide yadnya masal itu dari bawah, jangan ada janji2 bantuan. #yadnyamasal

 
Maintained by rumahmedia